Semuanya diawali dengan kalimat “entah kenapa”. Entah kenapa , saya memilih tempat ini sebagai awal mula masa akan datang saya. Entah kenapa saya memilih hidup seperti ini sebagai hidup awal yang akan saya lanjutkan. Entah kenapa banyak hal yang ingin saya capai dan entah kenapa selalu ada kaca rabun yang membatasinya. Lalu entah kenapa , saya tidak punya alasan yg signifikan tentang pertanyaan “Entah kenapa” ini. Akhir-akhir ini saya asik bermain dengan ke-entah kenapa-an ini . Hilang ambisius saya, hilang keegoisan positif saya.Saya tidak ingin menjadi , “Saya HANYA…” saya ingin menjadi “Saya adalah..” . Dan saya tidak ingin menambahkan kata ‘tetapi’ di akhir kalimat ini. Saya terlihat seperti seorang nelayan yang tidak pernah mendapatkan ikan , hanya meng-atas-namakan dirinya seorang nelayan.
Duduk.diam.merenung.berfikir.kembali diam.tertawa.menertawakan diri sendiri.dan kembali diam.
Kembalilah titik awal kehidupan , titik awal keterbalikan dan dinamisitas hidup yang sempurna. Saya mulai jenuh akan diam , dan mulai jenuh akan duduk. Entah kenapa , saya rasa.. saya.. tetap menjadi nelayan itu..
What If - Mocca
What if I give you my smile?
Are you gonna stay for a while?
What if I put you in my dreams tonight?
Are you gonna stay until it’s bright?
What if I give you my story?
Are you gonna listen to me?
What if I give you my heart?
Are we never gonna be apart?
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if I do ignore you
Will you just walk away and cry?
What if I did disappoint you?
Are you gonna say goodbye?
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if I try to catch flying snitch?
Are you gonna come with me?
What if I give you my song?
Are we gonna sing along?
Come on baby try harder
Come on baby light my fire
Come on baby be mine
‘Cause you’re the one I wanted to be
What if you leave me right here?
I’m right here and waiting for you?
Pagi ini langit mengabu , alunan gitar akustik hadir disela sela embun pagi. Untuk pertama kalinya , aku meninggalkan jejak kakinya dan mengikuti jejak kakiku sendiri. Ini bukan lah selamanya, hanya temporari . Tapi ini saja cukup membuatku meringkuk. Ingin sekali kembali dan menariknya dalam jejak ku. Tapi yasudahlah , terkadang ada baiknya kami mempunyai jejak masing-masing. Toh suatu saat nanti jejak kami akan saling beriringan , dan bukan temporari :) #firstdayandimissyou -16 mei 2012-
Saat bibir mengucapkan kata ragu tidak ada keraguan sama sekali didalamnya. Saya tau penjelajah ini akan berhenti di satu titik , tidak tau kapan dan dimana titik itu tetapi pasti ada. Untuk kebanyakan orang ini adalah hal yang remeh, tetapi untuk seseorang yang pernah menginjak lantai yang sama maka ini adalah kebodohan yang berlipat ganda. Dan lagi-lagi lebih bodoh dibandingkan seekor keledai. Kenapa sih kalian? Kenapa sih anda? Tidakkah bahagia itu hak semua orang?! Kalian yg menjanjikan kalian pula yg menginjak. Mencari yang sempurna? bangun ! bukan disini tempatnya. Disini tempat dimana kekurangan adalah kelebihan , dimana cacat adalah anugrah , dimana ketulusan mahal harganya. Kalian, anda, bangunlah dari mimpi panjang.
Ada saat dimana kita merasa tidak ingin merasakan hal yang sama lagi namun kenyataannya kita merasakan hal yang sebaliknya.Berdiri diantara dua kotak yang tidak bisa dipilih , dan berjalan sambil mengigit jari dengan segala ketakutan yang ada .Ini bukan hidup yang ingin kita pilih , namun ini hidup yang terpilih untuk kita jalani. Perbandingan antara baik dan buruk pun hanya setipis kertas koran , dan kebenarannya pun perlu diragukan seperti isi yang ada didalam koran. Dan sekali lagi , ini hidup yg sudah terpilih dan mungkin memang hidup yang terus diragukan kenyataannya. Am I dreaming ?
Karena setiap putaran detik adalah detik-detik yang sempurna ketika jejak kaki kita menginjak tanah yang sama .Karena setiap udara adalah udara udara yang sempurna ketika kita menghirup udara dari tempat yang sama .Dan semuanya terasa sempurna ketika kita berada dalam dimensi yang sama .lalu apa yang diragukan ? Ketika beberapa tangan menghentikan kaki kita jangan pernah berfikir untuk berhenti. Berfikir pun jangan apalagi untuk melakukannya . Karena untuk pertama kali berhenti maka tidak ada kesempatan kedua untuk melanjutkan jalannya. Didepan itu masih banyak detik detik berserakan , masih banyak detik-detik untuk diisi . Masih jauh , yaa memang masih jauh . Tetapi tujuannya ada , untuk menyusun dan mengisi detikdetik itu dengan sesuatu yg sempurna. Dan ingat , sempurna itu ketika kita berdiri di kata “sama” . ber-sama .